Hari Aids se-Dunia, KPA Kabupaten Bekasi Bersama Komunitas Kampanyekan Cegah HIV

Bekasi, Pemerintahan725 Dilihat

Kabupaten Bekasi, Metrodua.com Komisi Penanggulangan Aids Kabupaten Bekasi mengikuti kegiatan jalan sehat pada rangkaian HUT Korpri ke-52 dan HUT PGRI ke -78. Acara ini juga memperingati Hari kesehatan Nasional  ke-59, Hari Guru Nasional Ke-78, dan HUT Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-24  Tingkat kabupaten Bekasi tahun 2023 di Plaza Pemkab Bekasi pada Jumat (01/12/2023).

Dalam acara ini, KPA Kabupaten Bekasi bersama dengan Dinas Kesehatan turut menggelar stand menyebar pita merah dan pamplet edukasi tentang HIV/Aids kepada masyarakat yang datang dalam rangka memperingati Hari Aids se-Dunia yang jatuh setiap tanggal 1 Desember.

Pengelola Program HIV/Aids pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi Irva Zulvya menyampaikan, saat ini Dinas Kesehatan tengah bekerjasama dengan berbagai komunitas untuk menekan penyebaran virus HIV di Kabupaten Bekasi. Upayanya antara lain dengan melakukan sosialisasi ke semua jangkauan yang beresiko terkena virus HIV.

Selain itu, Dinkes juga telah memperluas layanan kesehatan untuk mereka yang positif HIV atau Orang Dengan HIV/Aids agar bisa mengakses pengobatan.

“Di Kabupaten Bekasi ada 6 fasilitas kesehatan yang sudah kita siapkan untuk mendapatkan pengobatan dan Pelayanan kepada ODHA,” ungkapnya saat ditemui di stand tersebut.

Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Bekasi Ade Barwono menuturkan, peringatan Hari Aids setiap tahun telah diselenggarakan pihaknya. Fokus tahun ini KPA mengangkat tema bergerak bersama komunitas mengakhiri Aids tahun 2030.

“Itu cita-cita kita ya, mudah-mudahan bisa terwujud. Tapi itu perlu peran kolaborasi seluruh pihak. Bukan hanya Pemkab dan KPA, tapi teman-teman dari LSM, komunitas dan masyarakatnya umum itu mau melakukan perubahan menghapus stigma dan diskriminasi minimal ya,” terangnya.

Selanjutnya, tambahnya, sebelumnya akses pengobatan terhadap ODHA yang hanya ada di RSUD Kabupaten Bekasi, saat ini sudah dilakukan di Puskesmas. Ini ditujukan untuk mendekatkan layanan kepada ODHA.

“Karena mereka kebanyakan, seringkali putus obat karena faktor jarak, tidak punya ongkos, akhirnya mereka gak mau lagi minum obat, harapannya mereka bisa mudah akses sekarang ya,” jelasnya.

Dia berharap sebaran pamplet edukasi kepada masyarakat yang dilakukan Dinkes dan KPA hari ini dapat memberikan pemahaman mengenai virus HIV/Aids dan upaya pencegahannya.

“Kalau dilihat dari kasus HIV saat ini kesadaran masyarakat untuk tes sudah tinggi. Dan memang itu ada kewajiban di triple eliminasi, yaitu ibu hamil. Semua ibu hamil wajib tes HIV sekarang,” ucapnya.

Komentar