Dukung Percepatan Transformasi Digital, Pemkab Bekasi Segera Terapkan KKI

Bandung, Metrodua.com –  Sebagai upaya mendukung pemerintah pusat dalam percepatan dan kemudahan proses belanja barang dan jasa, Pemerintah Kabupaten Bekasi mulai Januari 2024 akan menerapkan pembelanjaan dengan menggunakan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

Hal tersebut disampaikan Pj. Bupati Bekasi, Dani Ramdan, saat menghadiri kegiatan High Level Meeting dan Capacity Building TP2DD se-Jawa Barat Tahun 2023, yang dihadiri oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Taufiq Budi Santoso, Walikota/Bupati se-Jawa Barat, serta seluruh Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi (TP2DD) se-Jawa Barat, bertempat di Aula Gedung Sate Bandung, Jumat (17/11/2023).

“Kita sedang menyusun Peraturan Bupati (Perbup) mengenai KKI ini yang masih dalam evaluasi Kemendagri, begitu Perbup ini turun kita akan tetapkan mungkin awal tahun Januari,” ujarnya.

Menurut Dani, KKI juga sangat menopang aplikasi BEBELI yang saat ini telah digagas oleh Pemkab Bekasi untuk membantu para pelaku UMKM dalam memasarkan produknya. Sehingga nantinya pembayaran di BEBELI bisa dilakukan dengan _cash and carry._

“Melalui KKI ini nantinya seluruh perangkat daerah bisa melakukan transaksi dalam membelanjakan barang maupun jasa,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga mendapat penghargaan sebagai kabupaten tertinggi pada indeks penerapan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dalam meningkatkan keuangan inklusif, mewujudkan tata keuangan yang baik, dan meningkatkan potensi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dani mengatakan, banyak manfaat dalam penerapan ETPD ini, yakni transaksi bisa dilakukan dengan cepat, praktis dan efisien, serta transparan. Oleh karena itu, pemerintah pusat mendorong seluruh pemerintah daerah untuk melakukan elektronifikasi dalam bertransaksi.

“Tentunya sudah transaparan, karena kalau elektronik artinya kan tidak ada uang _cash_ semua transaksinya tercatat secara digital, kalaupun ada penyimpangan pelacakan jejak digitalnya gampang, sehingga itu yang akan mengeleminir praktik-praktik transaksi yang menyimpang,” tandasnya.

Komentar