oleh

Ungkapkan Kekecewaan Bansos Covid 19 Dimedsos Edyanto Jadi Tersangka di Polres Tapteng

Tapanuli Tengah, Metrodua.com – Sekretaris LSM GEMPUR Kabupaten Tapanuli Tengah, Edyanto Simatupang yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Tapanuli Tengah  dalam Kasus Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) No.19 Tahun 2016 gegara memposting status diakun Facebooknya pada tahun 2020 lalu. Dimana warga Desa Unteboang Kecamatan Sosorgadong Kabupaten Tapanuli Tengah korban yang saat itu sebagai korban ketidakadilan, tidak mendapatkan Bansos Covid-19 /BLT dari  Dana Desa.

Upaya mendapatkan bantuan melalui demo sudah mereka lakukan beberapa kali ke kantor Desa dan  kantor Camat selama bulan Juli 2020, namun aspirasi warga tidak ditanggapi, bahkan kades tersebut menghindar, tidak mau menemui warganya sendiri.

Warga tidak mau putus asa mencoba menjumpai kerumah kades, namun tetap menghindar. Pada Jumat tanggal 7 Agustus 2020, seorang anggota LSM GEMPUR Darwin Rambe yang tinggal di Desa tersebut meminta kehadiran Edianto Simatupang (sekjen LSM GEMPUR) hari Sabtu 8 Agustus 2020 di Desa Unteboang sekitar pukul 8 malam di pertemuan warga yang tidak dapat bantuan Covid-19″, terang Edyanto dalam relis Persnya yang diterima Metrodua.Com pada Kamis (25/11).

Sabtu tanggal 8 Agustus 2020 sekitar jam 7 malam Edianto Simatupang hadir di rumah ibu br Hotang memenuhi undangan warga tersebut, sekitar 22 an warga juga sudah berkumpul, Edyanto didampingi 2 orang anggota LSM GEMPUR Darwin Rambe dan Sultan Bondar.

Dalam pertemuan tersebut terjadi dialog dan diskusi, terungkap dalam pertemuan , serta langsung mendengar penjelasan warga, bahwa mereka tidak dapat bantuan BLT dari Desa, pembangunan juga tidak mereka tahu, laporan BUMDES pun jelas, bahkan jabatan BUMDES pun tidak diberdayakan.

Semua warga membubuhkan tanda tangan dan membuat peryataan bahwa mereka tidak mendapatkan bantuan, serta meminta kepada LSM GEMPUR untuk melaporkan oknum Kepala Desa ke penegak hukum, mereka sudah terlanjur sakit hati, tidak mau menerima bantuan lagi dari desa”, tulis Edyanto

Mewakili LSM GEMPUR Kabupaten Tapanuli Tengah, Edyanto Simatupang langsung dihadapan warga memutuskan dan menyampaikan akan melaporkan kades tersebut atas dugaan korupsi dan penyelewengan dana bantuan Covid-19 ke Polres Tapanuli Tengah.

Minggu, 9 Agustus 2020 sekitar jam 10 an pagi di Sekretariat LSM GEMPUR di Kecamatan Sosorgadong, Edianto Simatupang, bersama ketua Ardi Bondar dkk melakukan aktivitas pemasangan tiang bendara Merah Putih di depan kantor, disela sela kegiatan itu Edianto Simatupang  melakukan postingan photo warga dan narasi di akun fb Edianto Simatupang yang isinya “malam ini masih bersama warga Desa Unteboang korban ketidakadilan, kades- kades iblis teganya kau makan hak-hak rakyat “, dan upload photo bersama warga . Disadari Edianto kata-katanya kurang pas, kira-kira sejam kemudian postingan tersebut dihapus”, Akunya Edyanto dalam relisnya.

“Senin, 10 Agustus 2020 sekitar jam 11 siang LSM GEMPUR bergerak ke Polres Tapteng melaporkan Kades Unteboang atas dugaan penyelewengan dana desa dan bantuan Covid-19”.

Pada hari Rabu, 19 Agustus 2020 aktivis LSM GEMPUR Edyanto Simatupang dan 3 warga dipanggil untuk dimintai keterangan di Mapolres Tapanuli Tengah  atas laporan polisi Nomor : LP/176/VIII/SU/ RES TAPTENG tanggal 10 Agustus 2020 atas nama Pelapor Hasdar Efendi.

Bersamaan pemanggilan Edyanto, salah satu warga Desa Sigolang Keacamatan Andam Dewi David Hutabarat (60) pensiunan guru, juga dipanggil sebagai Saksi atas laporan Kepala Desa nya terkait postingan kritik, seperti ini postingannya “gara gara kades kami sudah sejahtera bantuan Covid-19 diendapkan di rumahnya “, selesai pemeriksaan HP nya langsung ditahan.

“Pada tanggal 18 September 2020 tanpa melalui pemeriksaan sebagai saksi, surat panggilan I dilayangkan Polres  Tapteng sudah sebagai tersangka. Padahal penetapan tersangka sebagaimana termuat dalam pasal 184 KUHAP dan, sebelumnya telah pernah diperiksa sebagai calon tersangka/saksi dan memiliki minimal 2 alat bukti”, Katanya dalam tulisannya.

Sementara Edyanto sendiri belum pernah diperiksa sebagai saksi oleh Polres Tapteng, dan namun pernah diundang untuk klarifikasi di Polres Tapteng”. Klarifikasi resmi dihadapan penyidik Ipda.Dian Agustina Perdana dan  Sat.Reskrim Polres Tapteng pada 19 Agustus 2020 (no hp penyidik. 0812 65 537xxx)

Saya tidak mengenal Hasdar Efendi  dan sebutkan namanya dalam postingan itu, adapun postingan saya itu tidak tertuju kepada Hasdar Efendi yang merupakan Kepala Desa Unteboang, namun ditujukan untuk seluruh kades di Indonesia yang telah masuk penjara, yang sudah terbukti korupsi dana desa.

Postingan itu bukan untuk menghina  sesorang atau jabatan Kepala Desa,  postingan itu adalah bentuk kekecewaan dan simbol terhadap ketidakadilan yang dialami warga, salah satu warga Desa Unteboang Sosorgadong .”Bahkan setelah diposting, sejam kemudian telah dihapus karena dirasa kurang pas, karena kurang pas”, jelas Edyanto dalam relisnya yang dikirim ke Ponsel Jurnalis Metrodua.com.

Demikianlah kronologis ini saya sampaikan dengan sebenarnya, semoga masih ada keadilan untuk saya. Tos, Edianto Simatupang, tutup Edyanto dalam tulisan relisnya.(CH).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed