oleh

Dugaan Pungli Besar Besaran Pada Para Balon Kepala Desa di Tapteng Menyebar Ditengah Masyarakat

Tapteng, Metrodua.com –  Marak Pungutan Liar (Pungli) “besar-besaran”  yang diduga dilakukan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) kepada para Bakal Calon (Balon) Kepala Desa menjadi bahan perbincangan ditengah masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Apabila uang tidak disetor maka si Balon (Bakal Calon) akan digagalkan sebagai calon Kepala Desa pada pemilihan Kepala desa di Kabupaten Tapteng.

Demikian informasi yang diperoleh Jurnalis Metrodua.com di lapangan dari masyarakat Kamis (25/11/2021). Berita  Pungli tersebut juga sudah menyebar di masyarakat Tapanuli Tengah. Meski demikian, belum ada terdengar protes atau keluhan dari para calon kepala desa.

Namun,sekelompok masyarakat mengatasnamakan Persatuan Massa Pendukung Calon Kepala Desa (Persada) yang dijadwalkan akan melakukan demonstrasi terkait maraknya dugaan pungli tersebut ke Kantor Bupati Tapanuli Tengah pada hari Kamis (25/11/2021)  gagal terlaksana.

Padahal, sebelumnya surat pemberitahuan aksi demonstrasi sudah dilayangkan ke  pihak Kepolisian Resor (Polres) Tapanuli Tengah. Bahkan, penanggungjawab aksi Arsula Gultom dan pimpinan aksi Ahmadsyah terlihat menghadiri undangan koordinasi dengan pihak Polres Tapteng, Selasa (23/11/2021).

Ursula Gultom penanggung jawab aksi demo saat dikonfirmasi wartawan di warung samping Kantor Pemberdayaan Masyarakat  dan Desa (PMD) di Jalan Sutan Singengu, Pandan mengatakan aksi massa diganti dengan audiensi untuk menyampaikan aspirasi.

Arsula Gultom berharap Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) bersih dari perbuatan Tindak Pidana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Sementara informasi, sebanyak 85 dari 159 desa di Kabupaten Tapanuli Tengah akan melangsungkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Anggarannya sudah cair dari Pemerintah KabupatenTapteng.

Tahapan sudah berjalan, termasuk pendaftaran para Calon Kepala Desa. Hampir semua desa diikuti 6 orang calon, bahkan ada 7 orang. Tetapi, anehnya terdapat sebanyak 3 dan 4 orang diikuti calon dari luar desa.

Seperti Desa Pananggahan, Sorkam. Ada calon Kepala Desa yang KTPnya penduduk Pandan, Kolang dan Sorkam Barat. Pokoknya banyak calon dari luar desa.

Desa Naga Timbul, Sitahuis pendaftar sebanyak 7 orang. Desa Simaninggir 6 orang. Desa Mardame 6 orang. Desa  Pakat I  Desa Pakat II. Desa Sihapas dan Desa Sihadatuan, dan banyak lagi desa yang calon Kepala Desanya tidak penduduk setempat. Informasi yang dihimpin dari sumber terpercaya, bila calon lebih dari 5 orang maka akan dilaksanakan Penelitian Khusus.(H.CP).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed