oleh

Menilik Kisah Singkat,Mantan Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang Sebelum Meninggal di RS Metta Medika Sibolga

Sibolga,Metrodua.com – Kisah pahit yang memilukan perjalanan Mantan Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang dimasa hidupnya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di RS Metta Medika Sibolga, Jumat (22/10) sekitar pukul 10.12 Wib.

Dimana sebelumnya, Selasa (18/10) Almarhum Raja Bonaran Situmeang dimasa hidupnya tiba-tiba sakit mendadak di Lapas Klas IIA Sibolga didalam kamarnya sekitar pukul. 05.45 Wib, sontak kawan senasibya melaporkan hal itu kepada petugas Lapas dan Almarhumpun langsung dilarikan ke RSUD Pandan untuk mendapatkan pertolongan medis dan selanjutnya atas permintaan keluarga akhirnya dibawa ke RS Metta Medika Sibolga pada Kamis, (21/10) dan hanya ajalpun menjemput Raja Bonaran Situmeang dengan menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul.10.25 Wib, ujar Partogi Situmeang adik kandung Almarhum Bonaran.

Pantauan Metrodua.com di RS Metta Medika, Jumat (22/10), jenazah Almarhum Raja Bonaran Situmeang akan dibawa kerumah duka di Desa Gontingmahe Kecamatan Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah.

Kisah pilu Almarhum Raja Bonaran Situmeang banyak menyimpan yang begitu mendalam dimasa hidupnya.

Dimana dirinya yang pernah menjabat sebagai Bupati Tapteng Periode 2011-2015 dilantik menjadi Bupati Tapteng dengan berpasangan bersama H.Sukran Jamilan Tanjung.

Jabatan Bupati Tapteng itu hanya diembannya selama 3 tahun, karena Almarhum dijadikan tersangka oleh Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus sengketa Pilkada 2011 dan dipidana 4 tahun Penjara oleh  PN Jakarta, dipidana bersalah telah menyuap M.Akil Mochtar selaku Ketua MK RI dimasa itu.Dirinya (red-Almarhum) menjalani hukumannya di Lapas Suka Miskin Jawa Barat.

Almarhum dimasa hidupnya tidak menerima dikatakan selaku penyuap Akil Mochtar, Alm.Bonaran pun menuntut agar kasus itu kembali untuk diungkap pihak KPK RI, namun pada 2018 Bonaran kembali disanderakan dengan kasus CPNS gate di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah.

Dan saat akan Bonaran menghirup angin segar kebebasan dari Lapas Suka Miskin, Bonaran pun dijemput oleh penyidik dari Poldasu dimana pada saat itu Poldasu dipimpin Irjen.Agus Andrianto.

Kasus dugaan industri hukum itu pun Bonaran berhasil dipidana 5 Tahun penjara oleh PN Sibolga.

Dan bukan sampai disitu, Alm.Bonaran Situmeang kembali dipidanakan dalam kasus penipuan terhadap Efendi Marpaung dan PN Sibolga kembali memonis Bonaran dengan hukuman penjara 2 Tahun 8 bulan.

Dari dua perkara yang didakwakan oleh Kejaksaan Negeri Sibolga dan di Vonis Pidana dalam dua perkara tersebut selama 7 Tahun 8 bulan dan menjalani hukuman tersebut di Lapas Kls IIA Sibolga.

Derita pilu yang dialami oleh Almarhum Raja Bonaran Situmeang membuat masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah bertanya-tanya, sebegitu kejinya lah orang-orang yang mengkondisikan Alm.Raja Bonaran Situmeang sebagai terpidana di Lapas Kls IIA Sibolga.

Begitulah perjalanan hidup kisah pahit Raja Bonaran Situmeang yang meninggalkan 1 orang anak dan keluarga, sesuai catatan Metrodua.com.(H.CP).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed