oleh

Pelaksanaan Pembangunan Drainase U-ditch di Desa Setiadarma Disoal Masyarakat

Kab.Bekasi,Metrodua.com –  Puluhan titik lebih pelaksanaan proyek di lingkungan  Desa Setiadarma Tambun Selatan Kabupaten Bekasi disoal masyarakat. Sebab proyek tersebut dikerjakan tidak dilengkapi dengan papan nama proyek sehingga warga mempertanyakan asal-usul anggaran dan spesifikasi seta metode pelaksanaan pembangunan drainase dan pemasangan U-ditch tersebut. Masyarakatpun menyoal  Tumpukan tanah bekas galian  dari saluran dan material U-ditch yang ditumpuk dibahu jalan sangat mengganggu, khususnya para pengendara motor dan pengendara mobil.

Masyarakat dan para pengengendara motor dan mobil mengeluhkan tumpukan tanah bekas galian dan U-ditch dibahu jalan pada pekerjaan rehabilitasi saluran dan pengerukan lumpur drainase di jalan Setiadarma 2.

Pemasangan U-ditch di jalan setiadarma 2 dipenuhi sampah

Menurut warga setempat dilokasi pekerjaan itu saat disambangi Metrodua.com mengatakan pekerjaan rehabilitasi saluran dan pengerukan lumpur drainase itu dikerjakan asal-asalan. Tanah bekas galian sebahagian dimasukin dalam karung sebahagian ditumpuk dibahu jalan. Tidak dilakukan pembersihan lokasi pekerjaan sehingga sampah plastik dibiarkan langsung dilakukan penggalian dan pemasangan U-ditch. Tutur warga.

Lebih lanjut supir mobil box yang sedang melintas berhenti karena tersendat macet saat disambangi media ini mengeluhkan, seharusnya pelaksana proyek itu harus membikin rambu dan pengaturan lalulintas karena tanah bekas galian dan material u-ditch dibikin dibahu jalan. keluhnya.

Hal yang sama juga di keluhkan warga dusun 3 RT 3 RW 01 Desa Setiadarma  pada pelaksanaan pembangunan drainase dan pamasangan u-ditch dikerjakan asal-asalan. Menurutnya pasangan u-ditch tanpa lantai kerja landasan u-ditch sehingga beda tinggi dengan jalan, dan jalan masuk ke pintu rumahnya. Dan tanah bekas galian tidak dibuang, kawatir tanah itu masuk kembali ke saluran.

Pasangan U-ditch di RT 03/01 di keluhkan warga.

“Bekas galian pasangan U-ditch tidak dipadatkan kembali, kawatir lubang bekas galian itu mengganggu sama warga khususnya pada anak-anak”. Tegasnya warga RT 03 RW 01 pada metrodua.com Rabu(25/11/2021).

Menurut Sekjen DPN LSM KAMPAK RI Indra Pardede saat di minta tanggapannya mengatakan Darainase memiliki peran yang sangat penting di kawasan permukiman. Sistem drainasae yang baik membantu mencegah banyak persoalan seperti mengurangi kemungkinan banjir,mengendalikan permukaan tanah, erosi tanah, danmencegah kerusakan jalan dan bangunan yang ada.

” Salah satu model drainase sudah banyak diterapkan model beton pabrikasi bentuk U-ditch yaitu saluran bertulang bentuk huruf U. Jadi pemasangannyapun harus hati hati  supaya hasil bisa dipergunakan dan dinikmati masayarakat”. Kata dia.

Banyaknya titik pekerjaan proyek pembangunan dan rehabilitasi saluran drainase dengan menggunakan U-ditch di Desa Setiadarma, tetapi satu titik pun tidak ada menggunakan papan nama proyek ditempel dilokasi. Bagaimana masyarakat bisa mengetahui sumber anggaran tersebut. Apalagi pekerjaan pemasangan u-ditch dikerjakan asal jadi, tidak dilakukan pemadatan tanah bekas bongkar dan tanah tertumpuk dibahu jalan.

“Apabila proyek tersebut  dari pemerintah Kabupaten Bekasi, tentu pasti ada spesifikasi teknis dan metode pelaksanaannya yang harus dilaksanakan para pelaksana proyek tersebut dan diawasi oleh pihak Dinas terkait”, Jelas Indra pada Metrodua.com Jumat(26/11/2021) .

Sementara itu , puluhan titik paket proyek di Desa Setiadarma  seperti, pembangunan drainase Kp. Ichwan Dusun 1 RT 002/002, pembangunan drainase lokasi 2 RW 03, Pembangunan drainase lokasi 1 RW 03, pembangunan drainase Kp Setiajaya dusun 1 RT 02/02, pembangunan drainase dusun 1 RT 01/01, pembangunan drainase kp. Pabrik dusun RT01/01, Pembangunan drainase Kp.Darmajaya dusun 3 RT 04/02, pembangunan drainase Kp. Darmajaya dusun 3 RT 02/02,  pembangunan drainase Jln. Munir Syahbana 2 RT 01/01, dan Rehabilitasi saluran dan pengerukan lumpur drainase di jalan Setiadarma 2. Semuanya titik proyek tersebut dikerjakan tidak memakai papan nama proyek. Imbuhnya. (R3d)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed