oleh

Oknum Citata Diduga Beckup Bangunan Gedung Bermasalah di Kecamatan Mampang

Jakarta,Metrodua.com – Banyak bangunan bermasalah yang berdiri tidak sesuai dengan dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Institusi Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kecamatan mampang prapatan, Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Bangunan-bangunan yang melanggar IMB tersebut berada di Jl. Bangka 9 No 4 RT.03/ 012 kelurahan pela mampang ber-IMB 2 lantai bahkan telah disegel namun pemilik menganggap papan segel seperti mainan dan pemiliknya tidak menghiraukan. Yang sangat mengherankan lagi, kendati  bangunan rumah mewah tersebut berdiri menabrak IMB, namun Institusi Satuan Pelaksana Cipta Karya dan Tata Ruang (Citata) Kecamatan mampang prapatan  terkesan  Mereka main Mata dengan pemilik.

Menurut Rumor yang berkembang dan telah menjadi buah bibir di Kawasan Kec. Kalideres, bahwa maraknya bangunan bermasalah menyebutkan menabrak IMB, karena diduga ada oknum berseragam yang  melakukan bisnis Segel.

Demikian sumber yang berinisial AK  kepada Wartawan Metrodua. com di Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, kamis  (25/11/2021).

Masih kata AK ,bahwa kuat dugaan banyak oknum berseragam dari intitusi yang melakukan bisnis bangunan bermasalah tersebut merupakan tantangan Irbanko Jaksel, “Sudah waktunya Bapak-bapak Pejabat yang aktif, seperti Pak Walikota Jaksel , melakukan tindakan tegas kepada Mereka” kata AK.

Sementara itu, waktu yang berbeda, Ketua Umum LSM SIKAB Riki p mengatakan pada awak media Metrodua.com di Gedung Balikota DKI Jakarta, kamis  (25/11/2021) dalam menanggapi maraknya bangunan yang bermasalah diwilayah  Kecamatan  mampang prapatan, bahwa yang tidak kalah pentingnya pemerintah harus mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retrebusi pembangunan itu.

Namun sangat sayangkan bagi pejabat yang di amanatkan untuk menjalankan tugas dan fungsi tidak sesuai misi dan visi Pemerintah Daerah.Tapi lebih condong kepada kepentingan dan keuntungan pribadi dengan memanfaatkan jabatan dan kekuasaannya untuk meraup keuntungan pribadi dan kelompoknya.ujarnya
Hal itu bisa terlihat pada kinerja kepala seksi Cipta karya Tataruang dan Pertanahan (Citata)Kecamatan mampang prapatan  yang di duga dengan sengaja membiarkan banyak bangunan yang melanggar,namun ia tidak berdaya untuk melakukan tindakan tegas.
Tidak tegas dan ketidak berdayaan para pejabat pengawasan citata kecamatan mampang. itu membuat kecurigaan masyarakat,bahwa ada dugaan para pejabat terkait dengan pelanggaran di bangunan yang ia pimpin.”(Anto)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed