oleh

Massa Persada Tapteng Akan lakukan Aski Unras ke Kantor Bupati Tuntut Pilkades Jurdil

Tapanuli Tengah,Metrodua.com – Persatuan Massa Pendukung Calon Kepala Desa (PERSADA) Kabupaten Tapanuli Tengah besok, Kamis (25/11) lakukan aksi unjuk rasa menyampaikan aspirasi mengenai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Tapanuli Tengah pada 20 Desember  2021 mendatang diduga akan berlangsung Tidak Bersih, Tidak Jujur dan Tidak Transparan, demikian dikatakan Arsula Gultom selaku penanggungjawab aksi kepada Metrodua.com, Rabu (24/11) di Sibolga.

Menurut Arsula Gultom, “kita nantinya meminta Bupati Tapanuli Tengah untuk Konsisten melakukan pengawasan dan pengawalan atas penyelenggaraan Pilkades serentak se Kabupaten Tapanuli Tengah supaya berlangsung Bersih, Jujur, dan Transparan”, sebutnya.

“Disamping itu kita meminta Bupati Tapanuli Tengah untuk melakukan penyelidikan dan penindakan hukum terhadap Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) yang kita duga adanya perbuatan tindak Pidana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang diduga dilakukan oleh P2KD dengan memungut biaya Pendaftaran bagi Calon Kepala Desa agar diloloskan persyaratannya dalam seleksi Cakades dengan menyebutkan hal itu atas suruhan Bupati Tapteng”, ungkap penanggungjawab aksi ini.

“Adapun massa yang akan kita turunkan dalam hal penyampaian aspirasi ini sebanyak 500 orang dengan menggunakan mobil Soundsystem, ikat kepala, poster dan sepeda motor”, pukas Gultom.

” sesuai investigasi kami dilapangan banyaknya calon kepala desa ‘ siluman ‘ yang jauh sebelumnya sudah direncanakan untuk menggugurkan Cakades yang bukan arahan sang Penguasa Tapteng”, ungkapnya.

Hal itu terjadi di berbagai di Desa, contohnya di Desa  Pakat I  Desa Pakat II, Desa Sihapas dan Desa Sihadatuan dan hal itu juga terjadi di Desa lainnya yang akan melaksanakan Pilkades “.

Panitia Pemilihan Kepala Desa yang seharusnya menjadi Garda terdepan ‘ Memaku mati agar Pilkades di Tapteng tidak berjalan dengan Bersih, Jujur dan Transparan dari mulai proses pengumuman dan pendaftaran Bacakades dan penetapan Cakades.

Kami menduga P2KD yang ada di Desa melakukan semacam pungutan Liar kepada Bacakades dengan menjual-jual nama besar Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani dan bila Bacakades tidak menyanggupi permintaan itu, maka P2KD akan mendiskualifikasi  Bacakades di Litsus yang akan dilaksanakan pada 30 November ini di Pandan”, tandas Arsula Gultom.

Sementara Pimpinan aksi demo yang diminta tanggapannya menyebutkan, ” kami tidak menyerang  Privasi Bupati Tapteng.Akan tetapi bila itu benar-benar terjadi maka kami sangat menyayangkan wibawa Bupati Tapteng yang kita kenal anti dengan Korupsiakan tercoreng oleh oknum”, kata Ahmadsyah.

“Besok kita berharap Bupati Tapteng, Bahktiar Ahmad Sibarani kiranya dapat menerima perwakilan aksi demo dalam hal penyampaian aspirasi kami nantinya dan juga berharap agar Bupati Tapteng memberi penjelasan yang sebenarnya tentang dugaan pungli itu tidak benar atas perintahnya”, harap Ahmadsyah.

Oleh karena itu, kami “menilai Bupati Tapteng sangat mencintai rakyatnya dan semoga dalam waktu dekat ini Bupati Tapanuli Tengah membentuk tim penyidik untuk menindaklanjuti aspirasi kami ini”, harapnya.

Dan berharap Bupati Tapteng menghimbau para-para pihaknya agar tidak mencederai demokrasi Pilkades ini nantinya”.

Kita yakin pihak Kepolisian akan mengawal aksi damai kami ini, dan kita dalam aksi tersebut akan tetap mematuhi prokes Covid 19 dengan memakai masker”, tandas Ahmadsyah.(H.CP).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed