oleh

Diduga Tidak Sesuai Spek, Pelaksanaan Rehabilitasi Saluran Air di Perum Permata Pekayon Tetap Berlangsung

Kota Bekasi,Metrodua.com – Pelaksanaan Proyek Rehabilitasi Saluran Drainase perkotaan dengan nilai sebesar Rp 7.228.451.000;00 (Tujuh Miliar Dua Ratus Dua Puluh Delapan Juta Empat Ratus Lima Puluh Satu Ribu Rupiah) yang di laksanakan oleh CV.Charles Marpa Prima  tampak asal jadi. Sebab pekerjaan turap dikerjakan dalam kondisi digenangi air sehingga  pondasi turap tersebut dibangun tidak memakai lantai kerja serta pemasangan batu belah tidak sesuai dengan metode pelaksanaan dalam spesifikasi teknis. Begitu juga terjadi pada pekerjaan U-ditch saluran.  Pemasangan U-ditch dilakukan dalam kondisi dipenuhi air, sehingga tampak air dalam saluran tersebut tidak jelas mengalirnya kemana arahnya.  Terlihat air dalam saluran tersebut seolah-olah waduk melintang. Anehnya Pejabat Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA)Kota Bekasi membiarkan pekerjaan tersebut tetap berlangsung, kuat dugaan terjadi persekongkolan guna meraup untung yang besar.

Terkait permasalahan pekerjaan tersebut ketika Metrodua.com mengkonfirmasi secara tertulis melalui surat Nomor 0342/PAK/RED/METRODUA.com/IX/2021 kepada Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Kota Bekasi namun hingga saat ini tidak mendapat jawaban.

Kemudian Metrodua.com melakukan konfirmasi tertulis melalui tembusan surat nomor. 0342/PAK/RED/METRODUA.com/IX/2021 kepada  Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi. Namun Gita Satf Wali Kota Bekasi melalui WA telpn Seluler miliknya menyebutkan surat ini sudah diteruskan ke Asda 2 dan Dinas Bina Marga tanggal 18 Nov 2021. Untuk selanjutnya bapak bisa follow up kembali ke Dinas terkait…demikian,terimakasih demikian  jawabnya Gita, pada Metrodua.com pada Rabu(24/11/21).

Pekerjaan U-Ditch/Box Culvert dikerjakan dalam kondisi dipenuhi air .

Menurut Indra Pardede Sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat DPN Komite Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi Republik Indonesia LSM KAMPAK RI) saat dimita tanggapannya kepada Metrodua.com mengatakan proyek rehabilitasi dan normalisasi saluran air Perumahan Permata Pekayon Kecamatan Bekasi Selatan tersebut dikerjakan oleh CV.Charles Marpa Prima dengan nilai kontrak sebesar Rp 7.228.451.000,00. Kami menilai dalam pelaksanaan proyek tersebut dikerjakan tidak ada keseriusan Permerintah Kota Bekasi supaya pekerjaan itu menghasilkan kualitas yang bagus  dan hasilnya bisa di nikmati oleh masyarakat.

Pemasangan U-ditch dilakukan dalam kondisi dipenuhi air.

Sebab terlihat saat pelaksanaan pekerjaan saluran/turap pada pasangan batu belah tidak memakai adukan sebagai lantai keja untuk landasan pondasi batu kali. Padahal dalam metode pelaksanaan dalam spesifikasi dokumen kontrak dianjurkan oleh Dinas BMSDA Kota Bekasi harus  terlebih dahulu memasang landasan dari adukan baru dengan ketebalan 3 Cm dan dipasang pada pondasi yang disiapkan sesaat sebelum penempatan masing-masing batu kali pada lapisan pertama. Namun fakta dilapangan tidak dilakukan oleh pemborongnya, dengan permasalahan sangat jelas mengurangi mutu dan kuantitas serta mengurangi volume rincian anggaran biaya yang telah ditentukan. Yang menjadi pertanyaan apakah akan dilakukan pembongkaran atau dilakukan pemotongan pembayaran atau dibayar sepenuhnya perkerjaan itu oleh Pemerintah Kota Bekasi ?

“Pemborong pelaksana juga tidak melengkapi pelindung keselamatan kesehatan konstruksi berupa sepatu boot, Respirator,sarung tangan, helm pelindung kepala dan lainnya kepada pekerja, padahal semua peralatan itu sudah di biayai melalui anggaran tersebut apakah Dinas akan memotong biaya tersebut”.Ujarnya.

Lanjut  Indra menambahkan, dalam hal ini Metrodua.com telah melakukan kelembagaannya  sebagai sosial Control, melakukan check and balances dengan melaksanakan observasi dan investigasi sistematis dilapangan terkait pelaksanaan pekerjaan rehabilitasi saluran drainase perkotaan atau normalisasi saluran air di permata Pekayon Bekasi selatan. Sesuai fungsi sebagai sosial Control dan telah menyampaikan informasi akurat dan faktual dilapangan, namun Pemerintah Kota Bekasi tidak membri tanggapan dan penjelasan  dalam surat konfirmasi tersebut. Khususnya Dinas BMSDA Kota Bekasi selaku pengguna anggaran pada proyek tersebut harus bisa menjelaskan dalam surat konfirmasi itu.

“Dalam hal itu Kami dari Lembaga KAMPAK RI sepakat apabila Metrodua.com menindaklanjuti dalam bentuk publikasi serta menyampaikan laporan informasi  kepada pihak terkait yang memiliki kompetensi menegakkan hukum berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku”.tegasnya

(NAB)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed