oleh

Diperkirakan 20 Ha Hutan Mangrove disulap Jadi Reklamasi Pantai Untuk Pembangunan Hotel Milik Pengusaha “Sipit”.

Tapteng,Metrodua.com – Masyarakat Desa Tapian Nauli I Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara gerah melihat penimbunan  laut dan pembabatan hutan Mangrove diperkirakan seluas 20 Ha luasnya di Jalan Barus Km.5 terkesan saat ini menjadi proyek Reklamasi Pantai milik pengusaha simata “Sipit” telah menyulap Hutan Mangrove dan akan menjadi bangunan perhotelan, demikian dikatakan Demak M.P Panjaitan kepada Metrodua.Com pada Selasa,13/10-2021.

Masih menurut Demak M.P Panjaitan, kita sangat sayangkan sikap aparat didaerah Tapanuli Tengah ini bagaikan tutup mata melihat aktivitas reklamasi pantai itu dan terkesan pengusaha mata “Sipit” dibackup oknum tertentu.Sehingga aktivitasnya tak satupun dapat menghentikan pekerjaan tersebut”, ujar Demak.

Sementara saat ini Presiden RI.H.Ir.Joko Widodo lagi giat-giatnya dalam melestarikan penanaman hutan Mangrove seperti baru-baru ini , Presiden RI yang langsung turun untuk penanaman Mangrove di Kecamatan Bulang Kota Batam Kepulauan Riau dan Provinsi Bali,  namun di Kabupaten Tapanuli Tengah Hutan Mangrove dibabat habis oleh pengusaha ” Sipit”, sebutnya.

” Saya selaku masyarakat di Desa ini sangat menyayangkan atas ketidak pedulian Pemkab Tapteng terhadap perambahan hutan Mangrove tersebut dan pekerjaan reklamasi pantai”.

Dilokasi penimbunan laut tersebut tidak ada kita temukan izin reklamasi dari Pemkab Taput dan kita yakini reklamasi  pantai itu yang menggunakan tanah merah itu tidak memiliki izin tentang pertambangan mineral dan Batubara sesuai UU.Nomor : 3 Tahun 2020 atas perubahan UU No.4 Tahun 2009″, jelasnya.

Dimana tanah penimbunan itu dikeruk dari tanah gunung yang diduga pelaku pengerukan gunung adalah oknum Kepala Desa Tapian Nauli I berinisial E.B”, ungkap Demak MP Panjaitan.

“Untuk itu diminta Pemkab Tapteng agar turun kelapangan melihat langsung pekerjaan reklamasi pantai dan pembabatan hutan Mangrove tersebut”, tandas Demak.

Demak M.Panjaitan meminta Pemkab Tapteng turun kelokasi Reklamasi Pantai.

Sementara Kepala Desa Tapian Nauli I,Erwin Bagariang saat dikonfirmasi Metrodua.com menyebutkan, ” saya tidak tahu apa bencinya warga saya bernama Demak Panjaitan sehingga begitu bencinnya sama saya”, sebut Kades Tapian Nauli I itu.

Disinggung soal penimbunan dan pembabatan hutan Mangrove yang berdekatan dengan Perumahan Lanal Sibolga, Erwin Bagariang mengatakan, “mana mungkin pemilik lahan itu tidak memiliki izin penimbunan dari pemerintah dan kalau soal izin saya tidak tahu, saya hanya melakukan penimbunan saja yang tanahnya saya datangkan kelokasi dan dibayar pemilik lahan”, aku Erwin.

Ditanya soal penimbunan laut itu dan untuk pembangunan apa, secara polos Erwin mengatakan,” lokasi penimbunan itu rencananya akan dibangun Hotel oleh pengusaha bermarga Sitorus yang merupakan pengusaha perkebunan Sawit didaerah ini”, ungkapnya.

Ditempat terpisah, salah seorang Staf UPTD Pertambangan Wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah menyebutkan, saat ini instansi mereka sudah tidak lagi pihak yang berwewenang didalam memberikan Izin pertambangan dan penimbunan dan hal itu sudah menjadi wewenang Pemerintah Pusat”,  ungkap sumber yang tidak berkenan dituliskan jati dirinya.

Masih menurut sumber, pihaknya selama ini belum pernah menerima usul pengurusan Izin Minerba dari pengusaha yang melakuman reklamasi pantai di Desa Tapian Nauli I itu”, ungkap sumber.

Sedangkang menurut keterangan dari pihak UPTD Kehutanan Kabupaten Tapteng menyebutkan, ” tanaman hutan Mangrove yang terletak di Desa Tapian Nauli I adalah Areal Penggunaan Lain (APL) dan bukan termasuk kawasan Hutan Lindung dan soal adanya pembabatan hutan Mangrove itu wewenang Pemerintah Kabupaten Tapteng”, ujar Bernad Situmorang singkat.

Sementara informasi yang diterima oleh Metrodua.com dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Tengah menyebutkan, “untuk izin penimbunan atau izin dampak Lingkungan  reklamasi pantai itu tidak ada kami terbitkan “, sebut sumber yakin.(H.CP).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed