oleh

Dituding, Oknum Ketua DPRD Sibolga Intervensi Kinerja Polres Dalam Penanganan Kasus Pembacokan Arpanto Panjaitan 

Sibolga.Metrodua.com – Tertangkapnya pelaku pembacokan Arpanto Panjaitan oleh Kepolisian Resor (Polres) Kota Sibolga, pada tanggal 26 Agustus 2021 mendapat apresiasi dari Joko Pranata Situmeang, SH. selaku penasehat hukum Arpanto Panjaitan.

Joko Pranata Situmeang, SH yang langsung datang dari Kota Medan menyambangi Polres Sibolga guna mengapresiasi kinerja Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sibolga AKBP Tariono Raharjo yang telah berhasil mengungkap kasus pembacokan Arpanto Panjaitan pada 23 Januari 2021 lalu di pelabuhan lama Sibolga dan saat ini kasus tersebut tengah didalami pihak penyidik, demikian dituturkannya.

Pengacara muda ini mengungkapkan, ” Arpanto Panjaitan selaku korban penganiyaan sudah merasa letih mengadukan nasibnya kepihak hukum dan namun tak terungkap siapa pelaku dan otak dibalik kejadian yang menimpah dirinya “.

Dia menambahkan,” dengan berjalannya waktu selama delapan bulan kejadian itu, akhirnya Polres Sibolga berhasil mengungkap pelaku pembacokan itu dan saat ini pihak Polres masih menetapkan dua tersangka, yakni REC dan AYT “, sebut Joko yang pernah melaporkan Kasus dugaan Gratifikasi Jenderal Polisi Bintang Tiga berinisial AA ke KPK RI.

” Jadi untuk itu kita mengharapkan kirinya Kepala Kepolisian Sumatera Utara, Irjen.Pol.Panca Simanjuntak mampu mengungkap kasus lainnya diwilayah hukum Polres Tapanuli Tengah yang masih belum terungkap siapa pelaku dan otak pelaku terhadap kasus penculikan terhadap Ametro Pandiangan yang kuat diduga dilakukan ajudan Bupati Tapteng, pembakaran mobil milik Charles Pardede dan penganiayaan terhadap Frins Wales Tambunan, yang semuanya hilang tak berberkas, karena kinerja Polres Tapanuli Tengah tidak mampu menangkap siapa pelaku dan otak pelaku atas kejadian itu ” , beber Joko Pranata saat memberi keterangan Pers di Mapolres Sibolga, Senin (30/08/2021) .

Masih menurut Joko, ” berdasarkan keterangan yang kami peroleh dari penyidik terduga REC saat ini sudah ditahan di RTP Polres Sibolga dan sedangkan AYT tidak dilakukan penahanan oleh adanya jaminan dari Ketua DPRD Kota Sibolga, Sukri Nazry Panarik, dan hal itu menjadi sangat mengherankan.Karena kita menilai oknum Ketua DPRD Sibolga mengintervesi kinerja Polres Sibolga dengan menangguhkan salah seorang pelaku yang tidak memiliki hubungan darah dengan pelaku “, ungkapnya.

Dengan diberikan jaminan penangguhan terhadap pelaku, apakah sang Ketua DPRD Kota Sibolga itu siap menjadi ganti kurungan badan bilamana pelaku pembacokan itu melarikan diri dari Kota Sibolga “, cetus Joko.

” Awal kejadian pembacokan terhadap Arpanto Panjaitan, berawal adanya percekcokan korban dengan Bupati Tapanuli Tengah , Bakhtiar Ahmad Sibarani di Cafe dan Restro Matahari di Jln.Ahmad Yani Sibolga, dimana Arpanto Panjaitan yang sebelumnya berada di Cafe itu sedang mimum santai dan sambil merokok, tak lama setelah Arpanto dilokasi itu, sang Bupati Tapteng dengan rombongannya memasuki Cafe itu dan ditegor oleh Bupati dan akhirnya cekcok dan sembari Bakhtiar melemparkan tisu kearah Arpanto “, sebut Joko.

Sementara Arpanto Panjaitan saat ditanya Wartawan Metrodua.com menyebutkan, ” kejadian pembacokan itu berawal terjadinya cecok saya dengan Bupati Tapteng, Bakhtiar Ahmad Sibarani di Cafe Matahari dan saya berterima kasih kepada Polres Sibolga yang telah berhasil mengungkap kasus ini dan berharap kiranya otak pelaku penganiayaan yang terjadi kepada saya benar- benar diungkap secara transparan dan agar masyarakat luas tau siapa otak pelaku kejadian itu ” ,terang Arpanto dengan sedih.

( H.Charles Pardede).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed