oleh

Pihak Managemen PT PJS Tepis Pembangunan Mangkrak Gedung Kantor Bupati Tapteng 

Tapteng, Metrodua.com –  Pihak PT. Pilar Jurong Sejati (PJS) pelaksana Proyek pembangunan Gedung Kantor Bupati Tapanuli Tengah menepis tudingan Sekretaris Koordinator Dewan Pimpinan Wilayah Team Operasional Penyelamatan Aset Negara Republik Indonesia ( DPW TOPAN RI ) Wilayah Tapanuli Raya – Nias, hal itu tidak benar, demikian dikatakan Ivan Mirza kepada Metrodua.com pada hari Minggu (15/08/2021) melalui  telpon selular miliknya.

Menurut Ivan Mirza, tudingan yang dialamatkan sekretaris Koordinator DPW TOPAN RI Wilayah Tapanuli itu tidaklah benar, dimana pembangunan gedung kantor Bupati Tapteng yang dikerjakan PT.Pilar Jurong Sejati sudah sesuai kontrak dan sesuai Volume pekerjaan. Dimana pekerjaaan tersebut hanya sebatas itu dan tidak ada yang diragukan, pelaksanaaan itu telah di PHO oleh Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) proyek itu dan pihak Badan Pengawas Keuangan ( BPK ) telah mengaudit pekerjaan tersebut ” demikian pengakuan Dirut PT Widia Indah Asri. (Ivan Mirza).

Dia menambahkan, agar untuk lebih jelasnya silahkan Bapak konfirmasi  kepada Johannes Saruksuk Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah, dalam hal proyek itu, dan lagian agar kantor Bupati itu dapat difungsikan harus dilaksanakan pekerjaannya hingga tahap III dan saat ini panitia Pokja LPSE Tapteng telah selesai melaksanakan lelang tahap II ” , sebut Ivan Mirza.

Ivan menambahkan, pembangunan itu dapat di fungsikan harus dilaksanakan tahap III sehingga dapat digunakan “, tuturnya.

Sementara sesuai hasil penelusuran Metrodua.com pembangunan proyek tersebut masih terlihat terkatung-katung dan belum dapat difungsikan, sementara proyek dilanjutkan lelang tahap II oleh Pokja LPSE Tapteng dan pemenang proyek itu kembali dimenangkan oleh PT.PJS.

Sekretaris Koordinator DPW TOPAN RI, Arjun Satragana menanggapi penjelasan Ivan Mirza yang menepis bahwa pekerjaan kantor Bupati Tapteng tidak mangkrak hal itu disikapinya dengan santai.

“Dalam pekerjaan itu sebagai kapasitas apa saudara Ivan Mirza dalam pelaksanaan pekerjaan itu, apa beliau sebagai kontraktor pekerjaan itu dan atau orang yang dipercayakan oleh PT.PJS dalam memberi klarifikasi kepada Pers maupun masyarakat tentang pembangunan pekerjaan tersebut? sedangkan yang kita ketahui beliau adalah Dirut PT.WIS ” , ujar aktivis vokal itu.

Masih menurutnya, ” kan aneh pekerjaan tersebut masih tetap di menangkan PT. PJS di tahap kedua ini dengan nilai kontrak penawaran sebesar Rp.31.382.051.889 yang dimana dalam pelelangan proyek itu hanya diikuti dua peserta lelang yang memasukkan penawaran, diantaranya PT. Gading Mas dan PT. Pilar Jurong Sejati dan dari situ kita menilai bahwa pemenangnya sudah diatur dan sangat bertentangan dengan Pepres No.12 Tahun 2021″, sebutnya.

Saat ini kita sedang mendalami kasus ini tentang kondisi fisik pembangunan yang sudah dilaksanakan PT. PJS dan dalam waktu dekat ini kita akan melaporkan kasus tersebut kepada Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) dan aparat penegak hukum atas adanya dugaan persekongkolan dan adanya persaingan tidak sehat “, tandas Satragana.

(Charles.P)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed