oleh

Sejumlah Pembuatan Sumur Bor Bermasalah, Disoal Warga Kabupaten Bekasi.

Kab.Bekasi,Metrodua.com – Pemerintah Kabupaten Bekasi Melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) mengalokasikan anggaran Puluhan Miliar rupiah dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 untuk pembuatan sumur bor. Pemerintah memprogramkan pembuatan sumur bor tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga masyarakat di Kabupaten Bekasi. Namun sangat disayangkan sejumlah  pembuatan sumur bor dilingkungan warga dan dilingkungan sarana pendidikan bermasalah dan para warga dan pihak sekolah pun menyoal . Merekapun tidak bisa menikmati hasil pembuatan sumur bor tersebut karena air tidak bisa keluar.

Permasalahan tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Tambelang , Warga mempertanyakan kinerja pemborong . Sebab pelaksanaan  pembuatan sumur bor dilokasi mereka hingga sampai saat ini tidak bisa di nikmati hasilnya karena air bersih tidak bisa keluar.

“Sejak selesai pembuatan sumur bor dilokasi Kantor Kecamatan Tambelan ini belum pernah di pergunakan warga. Sambungan listriknya saja pun belum tersambung bagaimana mengetahui air bisa keluar . Padahal sumur bor dilokasi ini sangat kami butuhkan apalagi dimusim kering warga selalu kesulitan mencari air bersih. “,Ujar Warga Tambelang pada Metrodua.com. Selasa(23/3/2021)

Sumur bor di SDN Karang Asih 03

Permasalahan serupa dikeluhkan pihak sekolah di Kabupaten Bekasi. Seperti yang terjadi pembuatan sumur bor di SDN Karang Asih 03 ,08 , sejak pembuatan sumur bor dikerjakan  pada bulan Desember 2020 hingga sampai saat ini sumur bor di sekolah tersebut air tidak bisa keluar karena mesin pompa tidak berfungsi.

Menurut pemantauan Metrodua.com di SDN Karang Asih 03 pi pada Senin (29/3/2021) pihak Sekolah mengatakan pembuatan sumur bor dikerjakan bulan Desember 2020. Kami (pihak sekolah-red) tidak mengetahui pekerjaan sumur bor itu apa sudah selesai atau belum, sampai saat ini mesin pompanya pun belum berfungsi bagaimana air bisa keluar aliran listriknya saja belum tersambung. Saat mereka mulai bekerja pamit sama pihak sekolah tetapi mereka pekerja pergi tidak pamit, sampai sekarang tidak datang untuk melanjutkan pekerjaan itu. Bagaimana pihak sekolah bisa menikmati air bersih dari hasil sumur bor itu mesinnya saja belum berfungsi. Pungkas pihak SDN Karang Asih 03.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lembaga Swadaya Masyarakat Komisi Anti Mafia Peradilan dan Anti Korupsi (LSM KAMPAK RI) Indra Pardede  kepada Metrodua.com mengatakan dari hasil temuan investigasi dilapangan sejumlah pembuatan sumur bor di Kabupaten Bekasi terindikasi bermaslah. Banyak informasi dari warga tidak bisa menikmati air bersih hasil dari pembuatan sumur bor karena mesin pompa tidak berfungsi

“Hasil pemantauan Tim Invetigasi LSM KAMPAK RI  dilapangan sejumlah kegiatan sumur bor tidak sesuai dengan perencanaan gambar dan Rencana anggaran biaya (RAB) terkesan asal jadi. Sehingga hasilnya  tidak bisa dinikmati warga. Kami menduga pembuatan sumur bor di Kabupaten Bekasi dengan menghabiskan uang rakyat melalui APBD hingga sampai puluhan miliaran rupih terkesan menhamburkan uang saja”, tegas Indra.

Sumur Bor di SDN Karang Asih 08

Menurutnya  Anggaran pembuatan sumur bor di Kabupaten Bekasi sangat besar nilainya . Dari hasil temuan investigasi dilapangan kami menilai terjadi mark-up anggaran.diduga kuat terjadi pekongkolan antara rekanan pemborong dengan oknum pejabat DSDABMBK Kabupaten Bekasi untuk meraup untung besar. Kami akan menyurati Dinas terkai untuk konfirmasi dan klarisifikasi. Menurut hemat kami perlu dilibatkan Aprat penegak hukum (APH) untuk menyelifiki dan mengusut permasalahan itu guna mengantisipasi kerugian keuangan pemerintah Kabupaten Bekasi.

“LSM KAMPAK RI berharap  agar Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja bisa memantau kelapangan dan mendengar keluhan dari warganya. Nantinya semua program prioritasnya tentang pembangunan infrastruktur dapat di nikmati masyarakat khususnya warga Kabupaten Bekasi.” Imbuhnya.

Terkait permasalahan tersebut ketika dikonfirmasi (29/3) kepada Sukmawatty Karnahadijat Kepala Bidang Sumber Daya Air Pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Pada kegiatan pembuatan Sumur bor, tidak berhasi ditemui. (Red/LN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed