Proyek BBWSC Sungai Cikaranggelam Tanpa Plang Nama Menuai Pertanyaan

Headline, Karawang647 Dilihat

Karawang,Metrodua.com – Pelaksanaan Proyek normalisasi Sungai Cikaranggelam yang digulirkan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) Tahun Anggaran 2020, Proyek tersebut sedang dalam pelaksanaan pekerjaan tidak memajang plang proyek sebagai wujud transparansi bagi khalayak umum.

Pekerjaan Normalisasi dan pekerjaan turap yang dilaksanakan oleh pihak Kontraktor namu tidak diketahui besaran anggarannya, dan kontraktor pelaksana serta serta waktu pelaksanaan pekerjaan.

Aktivis Lembaga Suwadaya Masyarakat Gempar Peduli Rakyat Indonesia (LSM- GPRI )yang memantau pelaksanaan pekerjaan dilapangan meminta pihak BBWSC,PPK atau Kontraktor untuk memasang plang proyek sebab, berdasarkan keluhan sejumlah masyarakat, pekerjaan normalisasi dan pembangunan turap sungai Cikaranggelam di Desa Dawuan Tengah Cikampek Kabupaten Karawang menurut sumber merupakan proyek BBWSC

Menurut H.Marjuni SH, Ketua Umun LSM GPRI,kewajiban memasang plang papan nama Proyek tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres)Nomor.54 Tahun 2010 dan Perpres Nomor .70 Tahun 2012. Selain tu ada Permen PU No.12 Tahun 2014, tentang pembangunan drainase kota, infrastruktur,jalan dan proyek irigasi. Regulasi ini mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai oleh Negara wajib memasang papan nama proyek. Pentingnya informasi Papan nama diantaranya memuat jenis kegiatan,lokasi proyek, nomor kontrak,waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pengerjaan proyek. Dengan adanya plang papan nama proyek, masyarakat bisa dapat memantau dan mengawasi secara langsung pengerjaan proyek tersebut .

“Plang nama sudah harus dipasang dilokasi sejak awal dimulainya kegiatan keberadaannya tidak berdiri sendiri atau lepas dari nilai proyek tersebut. Melainkan, sebuah plang sudah dimasukkan kedalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan juga telah ditanda tangani oleh para pihak terkait”,Tegasnya.

Hasil pengerukan,lumpur dari saluran penampang sungai terkesan masih kurang maksimal, dan untuk galian fondasi pasangan batu bangunan turap,susunan batu yang sedang dalam pelaksanaan akan di pantau terus oleh aktivis LSM GPRI dengan harapan agar hasil pekerja an lebih optimal. (Luhut)

Komentar